Skip to main content

Posts

Bimbingan teknis Manajemen Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Maysarakat

Bimbingan teknis  Manajemen Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Maysarakat ( PKBM ) tahap IV dilaksanakan  di Jayagiri Lembang Bandung  pada tanggal  13-17 Maret 2017 dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, adalah untuk membekali PKBM mempersiapkan dirinya meningkatkan manajemen pengelolaan lembaga, sehingga PKBM siap untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF). Untuk meningkatkan kualitas dan mutu PKBM diantaranya PKBM harus memiliki NPSN, wargabelajarnya harus terdaftar di Dapodik sehingga memiliki NISN, menjalankan minimal 3 program utama, memiliki 1 desa binaan dan memiliki 1 program keterampilan. Setelah itu lembaga tersebut sudah layak untuk dapat menjalankan program-program non formal. Adapun peserta kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan PKBM tahap IV ini di ikuti oleh 168 orang pengelola PKBM dari kabupaten/kota dari 5 Propinsi. Materi yang diberika...

4 Golongan Manusia Menurut Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali merupakan seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Imam al Ghazali atau bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafii adalah ulama produktif. Tidak kurang 228 kitab telah ditulisnya, meliputi berbagai disiplin ilmu; tasawuf, fikih, teologi, logika, hingga filsafat. Imam al-Ghazali  Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya dan  mempunyai daya ingat yang kuat serta bijak berhujjah.  Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari...

Kisah Semangat & Perjuangan Wang Deshun 80 thn

Namanya Wang Deshun. Pria asal Tiongkok ini baru mulai belajar bahasa Inggris di usia 44 tahun. Lalu usia 49 tahun, ia mulai belajar drama ke Beijing. Di usia 50 tahun, ia belajar fitness, dan di usia 65 tahun Wang Deshun belajar naik kuda. Pada usia 70 tahun, Wang Deshun menjadi seorang body builder dan belajar naik sepeda motor. Baru di usia 79 tahun, Wang Deshun menjadi model. Pada 25 Maret 2015, penampilan Wang Deshun di panggung fashion show menyedot perhatian media massa. Sejak saat itulah Wang Deshun menjadi sangat terkenal. Kisah perjuangan Wang Deshun kembali membuktikan bahwa usia bukanlah alasan untuk berhenti belajar, berhenti berprestasi atau berhenti mengejar impian. Sikap adalah segalanya. Sikap kita terhadap hidup ini akan menentukan masa depan dan prestasi kita. Tidak ada kata terlambat untuk memulai perjuangan & meraih mimpi besar. Di mana ada kemauan, keberanian, & usaha, pasti ada kesempatan untuk mewujudkan impian. Mari singsingkan lengan...

Kaisar Hirohito,Kaisar yang Menghargai Guru

Pada tahun 1945, ketika Jepang hancur lebur oleh bom atom yang dijatuhkan sekutu di Hirosyima dan Nagasaki, Kaisar Jepang saat itu, Hirohito (bertakhta 1926-1989) mengemukakan sebuah pertanyaan yang lebih mengguncang dari ledakan bom atom. Saat itu, Kaisar Hirohito bertanya singkat kepada para pembantu dan menterinya yang menghadap untuk melaporkan tentang banyaknya rakyat Jepang yang mati dan sekarat karena terkena radiasi bom atom, pertanyaan yang diajukan Hirohito adalah, “Ada Berapa guru yang hidup?” Pembantu kaisar dan menteripun terkejut bukan kepalang, seorang Jenderal mengajukan tanya,  “Mengapa paduka menanyakan jumlah guru yang hidup?” Mendengar tanya itu, Kaisar Hirohito terdiam dan belum bereaksi. Sang Jenderal melanjutkan protesnya,  “Yang Mulia, saya sebagai tentara keberatan atas pertanyaan Yang Mulia. Mengapa justru guru yang Yang Mulia tanyakan, dan bukan tentara? Banyak sekali tentara kita yang meninggal di Laut Cina Selatan, di Borneo...

BAGAI MANA MEMPERTAHANKAN DAN MEMECAT KARYAWAN ?

MEMPERTAHANKAN DAN MEMECAT  KARYAWAN Individu manusia itu memang unik, sehingga tidak dapat digeneralisasikan, walaupun praktik manajemen sumberdaya manusia telah dilaksanakan secara baik artinya disamping untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan organisasi dan juga telah mengakomodasi tujuan individu karyawan, namun kenyataannya tidak sedikit karyawan yang terpaksa harus diberhentikan dari pekerjaannya karena melakukan berbagai pelanggaran. Pada satu sisi organisasi perlu mempertahankan karyawan selama mungkin berada dan bekerja dengan baik dalam organisasi, tetapi pada sisi lain organisasi juga perlu memberhentikan karyawan dari pekerjaannya karena melakukan pelanggaran yang tidak dapat di toleransi. Dalam praktek manajemen sumberdaya manusia, upaya mempertahankan dan tindakan memisahkan karyawan itu merupakan masalah klasik yang dialami oleh organisasi, sehingga perlu dikelola secara baik agar tidak menimbulkan masalah baru yang akan menghambat upaya penca...

Bank Sampah Sekolah Dalian Pondok Petir Bojongsari Depok

Launching dan Penimbangan Perdana BSMB S ekolah Dalian  masuk dari Jalan Dara Raya Komplek Vila Pamulang, tangerang selatan Banten(16 /9) Bank Sampah Melati Bersih Sekolah Dalian Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok  Pihak Sekolah Dalian melibatkan staf dan murid untuk berpartisipasi dalam kegiatan bank sampah, mulai dari pengumpulan (recyclables inorganic waste collecting), penimbangan, pencatatan dan penyimpanan tabungan. Kegiatan ini sekaligus sebagai wadah edukasi secara langsung tentang pengelolaan sampah dengan menggunakan metoda 3R (reduce, reuse, recycle) di lingkungan sekolah.

HARI KOPERASI DAERAH KOTA TANGSEL

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Warman Syanudin mengungkapkan rangkaian Harkopda sejak hari ini hingga Minggu (16/10)  diisi dengan berbagai kegiatan misalnya, hari pertama, ada seminar tentang koperasi, seminar tentang tax amnesty dan lomba standup comedy. “Hari berikutnya akan ada pawai koperasi dan jalan santai serta pasar murah paket sembako serta gerebek produk UMKM,” paparnya. Ada 50 stand yang diisi 140 UKM selama kegiatan berlangsung dengan menampilkan beragam produk unggulan mereka dari kuliner, kerajinan tangan hingga baju dan sebagainya. Warman berharap Harkopda di tahun ini yang mengusung tema ‘Mewujudkan Reformasi Koperasi Untuk Lebih Mandiri dan Kreatif’ ini betul-betul nyata. “Melalui tema yang kami usung harapannya ke depan Tangsel menjadi rumah produksi untuk kita sendiri mulai dari produksinya, pemasarannya dan kreativitasnya masing-masing UKM sebagai kesejahteraan bersama,” papar Warman. Hari koperasi sejatinya pada 12 Juli ...