Wednesday, June 28, 2017

Pikiranmu Jadi Sumber Penyakit dan Kesembuhan penyakit mu

“Ya Allah, Rabbnya manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.” (HR. An-Nasa’i)


Pengaruh Pikiran Pada Kesehatan dan Penyakit Secara Ilmu DNA
Dalam buku “The Divine Message of DNA” (DM-DNA) yang telah diterbitkan Mizan dengan judul “Tuhan dalam Gen Kita“, dikatakan bahwa kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam).

Tiap orang memiliki DNA yang mengandung semua bakat sekaligus perintang (bukan bakat) yang terprogram dalam 70 triliun kombinasi kode gen.  

Artinya kode gen bakat piano dan anti-nya telah terprogram dalam gen kita. Hanya saja, apakah gen bakat kita cenderung atau sebaliknya antinya yang aktif (mirip mekanisme on-off pada sistem digital 0-1 atau biner).

 Begitu juga, gen kanker beserta antinya, gen tumor beserta antinya, gen cerdas beserta antinya, akan aktif atau tidak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan [aspek lingkungan : makanan, lingkungan, suara, dst] dan pikiran. Begitu juga hipotesa graviton pasti memiliki antinya yakni anti-graviton.
                     
 ❤ Idealnya adalah kode gen positif yang aktif, sedangkan gen yang berbahaya dinonaktifkan. Dan berpikir positif merupakan kunci penting dalam mengaktifkan kode tersebut.      
              
❤ Dalam hal ini, berpikir positif merupakan “tombol” untuk mengaktifkan gen-gen positif dan memadamkan kode gen negatif, dan sebaliknya berpikir negatif menjadi “tombol” untuk mengaktifkan gen negatif dan memadamkan gen positif ❤

❤ Sejak kita dilahirkan, tubuh kita sedang mengalami perubahan, dan secara bertahap tubuh kita akan tumbuh dan kemudian menuju ambang kematian atau kehancuran. Satu-satunya alasan ilmiah mengenai hal ini adalah keberadaan gen kita yang cenderung bergerak menuju penguraian atau kehancuran. Ini adalah fenomena alami, sangat alami (hukum alam atau Tuhan). Dalam kata lain, tubuh kita terlahir dengan dilengkapi oleh sebuah program untuk mematikan sel. ❤                      

 ❤ Ini berarti bahwa tubuh juga memiliki kecenderungan untuk mempertahankan nilai entropi yang stabil, atau memperlambat proses meningkatnya entropi. Kemampuan tubuh untuk memperlambat peningkatan entropi (gen-gen) sangat ditentukan oleh faktor mental kita. Gen-gen dan enzim-enzim yang diproduksi sesuai perintah masing-masing memiliki peran penting untuk mengurangi entropi (gen) . Tapi perlu diingat bahwa kecenderungan tubuh adalah menyembuhkan secara bertahap, bukan perubahan mendadak.                      

❤ Dari penelitian-penelitian efek pikiran positif terhadap gen yang menjadi sumber utama pertumbuhan dan fungsi sel, maka dapat ditarik satu pengetahuan baru yakni emosi positif dapat memicu tombol genetik. Jika tubuh dapat direpresentasikan sebagai sistem yang terdiri dari mental/batin/pikiran dan tubuh/fisik/DNA, maka antara tubuh dan batin akan memiliki hubungan saling terkait (dependence relationship). ❤

Jadi Jika kita telusuri secara mendalam, maka penyakit atau kesembuhan (sehat) sangat tergantung pada pikiran atau sikap mental kita. Sugeti merupakan cara efektif untuk mengaktifkan gen positif dan memadamkan gen negatif. 

❤  Sugesti dapat muncul dari keyakinan kuat atas do’a, keyakinan kuat pada benda/materi (obat, jimat, batu, dsb), dorongan keluarga dan sahabat (misalnya : menjenguk rekan sakit), dan masih banyak lagi. Inilah mengapa orang dengan beragam agama dan kepercayaan bahkan bagi mereka yang tidak percaya sama Tuhan sama sekalipun, dapat mengalami penyembuhan asalkan mereka percaya atau memiliki sugesti akan penyembuhan yang disertai “perantara”. Perantara dapat berupa obat tradisional, jamu, obat kimia, urut/pijak, terapi infra merah, air putih dan sejenisnya.                  

❤ Dalam penelitian genetika ini, maka proses ini disebut sebagai penyembuhan diri sendiri. Konsep penyembuhan diri sendiri telah muncul sejak zaman dahulu kala, bahkan hewan-hewan dihutan pun melakukan hal yang sama ketika mereka (hewan) jatuh sakit.

Hal ini dapat dijelaskan karena tubuh (DNA) memiliki kode genetik untuk melakukan penyembuhan sendiri. Hanya saja, apakah pikiran/mental kita mengizinkan tubuh kita untuk melakukan penyembuhan sendiri? Apakah pikiran/mental/kebiasaan hidup mengizinkan perubahan dalam cara makan (jenis makanan, sayur, buah, alami atau buatan), atau kebiasaan (rokok, alkohol, zat aditif dan adiktif)?                      

Jika batin/mental mengizinkan (berusaha) berpikir positif dan penyembuhan serta sehat, maka kebahagiaan, kesembuhan, dan hidup sehat akan menjadi milik kita. Karena pada hakekatnya, dalam setiap gen kita memiliki potensi untuk menimbulkan penyakit, dan pada saat yang sama, juga gen dapat mencegah penyakit.                      

Terima kasih, Semoga Bermanfaat. ❤



No comments:

Post a Comment