Wednesday, November 30, 2016

BAGAI MANA MEMPERTAHANKAN DAN MEMECAT KARYAWAN ?



MEMPERTAHANKAN DAN MEMECAT  KARYAWAN

Individu manusia itu memang unik, sehingga tidak dapat digeneralisasikan, walaupun praktik manajemen sumberdaya manusia telah dilaksanakan secara baik artinya disamping untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan organisasi dan juga telah mengakomodasi tujuan individu karyawan, namun kenyataannya tidak sedikit karyawan yang terpaksa harus diberhentikan dari pekerjaannya karena melakukan berbagai pelanggaran.

Pada satu sisi organisasi perlu mempertahankan karyawan selama mungkin berada dan bekerja dengan baik dalam organisasi, tetapi pada sisi lain organisasi juga perlu memberhentikan karyawan dari pekerjaannya karena melakukan pelanggaran yang tidak dapat di toleransi.

Dalam praktek manajemen sumberdaya manusia, upaya mempertahankan dan tindakan memisahkan karyawan itu merupakan masalah klasik yang dialami oleh organisasi, sehingga perlu dikelola secara baik agar tidak menimbulkan masalah baru yang akan menghambat upaya pencapaian tujuan organisasi.




2. Beberapa Faktor yang berpengaruh
Tridaya  yang terdiri dari cipta, rasa dan karsa yang dimiliki manusia adalah bersifat unik, setidaknya satu dari ketiga aspek tridaya yang dimiliki setiap individu akan berbeda. Misalnya ada seorang karyawan lebih menyukai bekerja di organisasi yang memberikan jaminan hari tua (pensiun dan jaminan kesehatan) walaupun gajinya kecil  tetapi lingkungan kerjanya nyaman dari pada bekerja di organisasi dengan gaji  lebih tinggi, atau sebaliknya untuk karyawan lain ada yang memilih bekerja  dengan gaji lebih tinggi walau lingkungan kerja nya tidak nyaman.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cipta, rasa dan karsa karyawan sehingga tetap bertahan pada pekerjaannya saat ini atau ingin ganti pekerjaan atau bahkan ingin pindah kerja ke organisasi lain adalah nila-nilai budaya yang di anut, motivasi yang dimilik, kepribadian yang dimiliki dan pengalaman.

3. Mempertahankan Karyawan
Kondisi yang ideal dalam suatu organisasi adalah jika seluruh  karyawannya dapat selama mungkin bekerja, yaitu mencapai usia pensiun. Mereka tetap bekerja memberikan kontribusi yang optimal dan sangat termotivasi untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi.

Akan tetapi sepanjang urusan itu melibatkan manusia yang memiliki cipta, rasa dan karsa maka kondisi yang ideal mungkin tidak dapat diwujudkan sepenuhnya.  Dan masih terbuka peluang untuk mempertahankan sebagian karyawan yang masih mau bekerja dengan baik dan berprestasi, dan termotivasi.

Peluang itu dapat menjadi kenyataan apabila praktek sumber daya manusia mampu memadukan dua kebutuhan yang berbeda secara seimbang, yaitu kebutuhan organisasi akan kinerja karyawan yang tinggi dan  kebutuhan karyawan atas kesejahteraan hidup mereka.

Tujuan mempertahankan karyawan adalah untuk kelangsungan organisasi, mempertahankan daya saing, efisiensi biaya perekrutan, mendukung tujuan karyawan, mendukung perkembangan organisasi.

Sedangkan Manfaat mempertahankan karyawan yaitu untuk stabilitas organisasi, pencapaian tujuan organisasi lebih terkendali, Budaya organisasi dapat dilaksanakan dengan baik, karyawan dapat menyatu dengan lingkungan kerja, karyawan jadi memiliki jaringan kerja internal dan eksternal, karyawan memiliki komitmen yang tinggi.

Strategi untuk mempertahankan karyawan adalah dengan memberikan kompensasi, penghargaan, dan jenjang karir yang jelas untuk  karyawan, memberdayakan karyawan, membangun jalinan hubungan antar pribadi yang baik.

4. Memisahkan (Memecat)  Karyawan
Karyawan yang memiliki cipta, rasa dan karsa yang negative dan telah melanggar peraturan kedinasan dan hukum, maka organisasi dapat mengambil tindakan tegas dengan memecat mereka.
Tujuan memisahkan karyawan  adalah untuk menjaga stabilitas kinerja karyawan lain,  memberikan pembelajaran bagi karyawan lain.

Alasan memisahkan karyawan antaralain, karena karyawan melakukan pelanggaran, perilaku kerja karyawan tidak efektif.

Adapun manfaat memisahkan karyawan adalah upaya agar pencapaian tujuan organisasi tidak terganggu, mencegah kerugian yang lebih besar, terjaganya nama baik organisasi.

5. Proses Menarik Diri dari Pekerjaan
Ketika karsa atau kehendak karyawan tidak terpenuhi misalnya karena besarn gaji tidak sesuai dengan keinginannya maka akan berpengaruh pada rasa, yaitu menjadi kecewa atau tidak puas karena karyawan  merasa tidak dihargai dan akibat nya ia berpikir (cipta) untuk berbuat sesuatu guna memenuhi kehendak atau kebutuhannya itu.
Dan itu akan linier dengan fakto yang menjadi penyebab terjadinya ketidakpuasan dalam bekerja, yaitu bekerja tidak serius, ingin ganti pekerjaan atau ingin pindah kerja di organisasi lain.

6. Proses Pemisahan dan Pemberian Sanksi
Pemisahan atau pemecatan karyawanadalah tindakan yang terpaksa dilakukan oleh organisasi agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi organisasi. Proses pemecatan tidak boleh dilakukan dengan semena-mena karena telah diambil kesimpulan bahwa seseorang telah melakukan pelanggaran yang tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga layak dipecat.

Proses pemecatan harus memenuhi tiga keadilan, yaitu keadilan kriteria pemecatan, keadilan prosedur pemecatan dan keadilan sanksi pemecatan.

Contoh Jenis Pelanggaran dan Sanksi
Pelanggaran
Contoh Pelanggaran
Sanksi
Keterangan
Jenis
Tingkat
Disiplin
Ringan

Sedang

Berat

Sekali terlambat masuk kerja.
Mangkir selama satu minggu
Mangkir melebihi batas waktu toleransi.
Teguran

Teguran tertulis

Pemecatan
Paling banyak 3x
Batas toleransi waktu bagi PNS 46 hari kerja selama setahun

Perdata


Ringan
Sedang

Berat
Utang jatuh tempo
Memiliki utang dibeberapa tempat
Dinyatakan bersalah oleh pengadilan perdata dan harus membayar utangnya.
Teguran Lisan
Teguran Tertulis

Pemecatan

Pidana
Tidak tergantung tingkatannya
Penipuan
Penggelapan
Menerima suap
Penganiayaan
Pembunuhan
Dan lain-lain
Pemecatan
Ancaman hukuman berapapun akan dipecat oleh organisasi








7. Rangkuman
1) Karyawan merupakan sumberdaya organisasi yang paling berharga dan merupakan investasi yang besar, tetapi pada sisi lain aktualisasi cipta, rasa dan karsa yang dimiliki oleh karyawan tidak selalu bersifat positif ada juga yang bersifat negative.
2) Dalam mempertahankan karyawan, organisasi harus memiliki alas an-alasan dan tujuan yang jelas, sehingga hasilnya tidak akan menghambat upaya organisasi dalam mencapai tujuannya.
3) Bertahan atau tidaknya seorang karyawan dalam organisasi dipengaruhi oleh tiga factor utama yaitu nilai-nilai yang dianut, motivasi dan kepribadian karyawan.
4) Guna mempertahankan karyawan yang memberikan kontribusi yang optimal kepada organisasi dapat menggunakan strategi kompensasi, pemberian penghargaan, jenjang karir yang jelas, pemberdayaan karyawan dan jalinan hubungan antar pribadi.
5) Guna memisahkan karyawan yang perilaku kerjanya sudah tidak efektif lagi perlu menerapkan prinsip-prinsip keadilan, yaitu keadilan criteria, keadilan prosedur dan keadilan sanksi.
6) Mengingat bahwa karyawan merupakan investasi yang besar maka memberikan sanksi kepada karyawan yang melakukan pelanggaran sedapat mungkin dilakukan secara bertahap, dengan maksud bahwa sanksi yang relative ringan karyawan itu sudah dapat diperbaiki lagi perilaku kerjanya sehingga tidak perlu dipecat.  Namun apabila pemberian sanksi yang ringan belum mampu memperbaiki kerjanya, maka karyawan tersebut perlu diberi sanksi yang lebih berat dan apabila perlu diberikan sanksi pemecatan.


sumber:
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (Prof. Dr. H. Suparyadi, S.IP., M.M )

No comments:

Post a Comment