Friday, August 12, 2011

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-16

(Tangerang, BAPETEN) Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah meninggalkan cara kuno yang tidak produktif dan menggantikannya dengan mekanisme modern sebagaimana tuntutan praktis dan efisien. Dua faktor itu bahkan telah dilakukan oleh negara-negara maju. Untuk itu peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HARTEKNAS) yang merupakan hari bersejarah nasional, diperingati setiap tanggal 10 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71 tahun 1995. Selain untuk menghargai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam berkreasi dan berinovasi, peringatan Harteknas juga sebagai wahana menumbuhkan budaya masyarakat yang kondusif bagi tumbuh kembang Sisten Inovasi Nasional. Budaya yang mencerminkan nilai-nilai iptek yang obyektif, rasional, maju, unggul dan mandiri. Sebagai ajang sosialisasi, Harteknas juga dimaksudkan untuk secara terus menerus menstimulasi, membangkitkan daya kreasi dan inovasi yang diharapkan menjadi modal dasar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan peradaban bangsa.

Tonggak sejarah peringatan Harteknas terjadi pada 16 tahun lalu, ketika Prof Dr. Ing B.J. Habibie, Menteri Riset dan Teknologi saat itu, membuat langkah besar yang ditandai dengan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995. Momentum tersebut merupakan awal kebangkitan teknologi anak bangsa. Peringatan ini juga dimaksudkan untuk menekan pentingnya menanamkan perhatian, minat dan kesadaran bangsa Indonesia sejak dini terhadap pengembangan Iptek untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkesinambungan.



Pada peringatan Harteknas ke-16 tahun 2011, tema yang dipilih adalah “Inovasi untuk Kesejahteraan Rakyat” bertujuan untuk menunjukan pentingnya pengembangan penelitian dan inovasi untuk disebarluaskan dan digunakan oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan para pengguna lainnya. Kegiatan riset akan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian apabila teknologi yang dihasikan dapat digunakan dalam proses produksi barang dan/atau jasa konsumen. Oleh sebab itu, orientasi kegiatan riset dan pengembangan teknologi harus difokuskan pada upaya pemenuhan kebutuhan para pengguna. Kontribusi nyata teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebagaimana yang diamanatkan oleh kontitusi.

Acara-acara atau kegiatan dalam rangka Harteknas ke-16 ini didesain untuk menimbulkan semangat dan rasa bangga pada anak-anak, remaja, masyarakat umum dan kalangan industri untuk berinovasi dan menghasilkan karya penuh kreatif, mandiri dan berdaya saing secara berkelanjutan dalam menyikapi dinamika perubahan dunia.

Melalui tema ini mitos-mitos inovasi yang salah kaprah akan hilang, seperti anggapan bahwa “Inovasi harus Mahal, Besar dan Sulit” akan dibalik menjadi “Inovasi itu menguntungkan". Inovasi-inovasi yang diunggulkan adalah yang berpihak dalam pertumbuhan ekonomi, membuka kesempatan kerja, pengentasan kemiskinan dan berwawasan lingkungan (pro growth, pro job, pro poor and pro environment).

Dalam peringatan kali ini, diadakan pameran dari berbagai institusi dan seminar serta terkait Inovasi teknologi. Dan Bapeten berkesempatan mengikuti pameran tersebut. Acara digelar tanggal 10-12 Agustus 2011 di Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten.

Dalam arahannya Presiden menyampaikan 2 hal penting “live style of the people and innovation and technologically contribution (gaya hidup dan inovasi sebagai kontribusi teknologi)”. Lima komoditas strategis yang diharapkan untuk menuju swasembada pangan/ keamanan pangan yaitu Beras, Jagung, Tebu, Kedelai dan Daging Sapi.

Presiden menambahkan pula dalam bidang energi bahwa “energy security juga menjadi fokus, karena bisa menimbulkan konflik dan peperangan di masa depan. Menuju 2045 dengan 9 miliar penduduk dunia, minyak tidak bisa diandalkan lagi sebagai energi tetapi harus didukung oleh energi baru dan terbarukan”.

Acara dihadiri oleh menteri terkait, Gubernur Provinsi Banten, para Kepala LPNK termasuk Kepala Bapeten Dr. As Natio Lasman. Acara dilanjutkan dengan Buka Puasa bersama Presiden RI dan Ibu Hj. Ani Yudhoyono.

Source: , http://www.bapeten.go.id, http://hakteknas.ristek.go.id/

No comments:

Post a Comment